Taman dan Monumen Lokomotif C2606 Kota Madiun

    Taman dan Monumen Lokomotif C2606 Kota Madiun adalah ruang terbuka hijau (RTH) yang menyajikan pemandangan berupa perlintasan kereta api dan sebuah monumen kereta uap bersejarah. Taman lokomotif ini menjadi salah satu sarana edukasi masyarakat tentang perkeretaapian di Madiun. Pengunjung bisa membawa anak-anak untuk memperkenalkan kepada mereka sejarah kereta api dan melihat perlintasan kereta api dari jarak dekat dengan aman. 

Lokasi

    Taman dan Monumen Lokomotif C2606 Madiun berada di Jalan Kompol Sunaryo No. 14, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur. Lokasinya dekat dengan bundaran Pasar Spoor (simpang tiga Jalan Kompol Sunaryo - Jalan Pahlawan - Jalan Yos Sudarso), Jalan Perlintasan Langsung (JPL) no. 138 / Perlintasan Sebidang Kereta Api, dan Polres Madiun Kota. 

    Jalan Perlintasan Langsung (JPL) atau disebut juga dengan perlintasan sebidang kereta api adalah perpotongan antara jalan dengan jalur kereta api dalam satu bidang tanah yang sama. Perlintasan sebidang dilengkapi dengan palang perlintasan dan sinyal yang akan digunakan saat ada kereta api yang mendekat. Petugas yang mengoperasikan palang perlintasan dan sinyal bekerja dari gardu yang dekat dengan palang perlintasan. Gardu di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) no. 138 Madiun berlantai dua dengan bentuk jendela bergaya lama. 

    Selain dekat dengan Taman dan Monumen Lokomotif C2606 Madiun, di sebelah timur jalan perlintasan langsung no. 138 ada Stasiun Madiun sehingga aktivitas perlintasan kereta api terlihat lebih sibuk di sini dibandingkan di perlintasan kereta api lainnya di Kota Madiun

    Dari taman akan terlihat bundaran simpan tiga yang selalu ramai dilintasi kendaraan bermotor. Di bagian tengah bundaran simpang tiga ada dua tugu, yaitu Tugu Pancasila dan Tugu PKK. Jadi, lokasi Taman dan Monumen Lokomotif C2606 Madiun sangat strategis.


Suasana Taman

    Lokasi Taman Lokomotif C2606 sangat strategis dan berada di salah satu titik tersibuk di Kota Madiun. Kesibukan lalu lintas kendaraan bermotor dan perlintasan kereta api menjadi pemandangan utama di taman ini. Meskipun demikian, taman ini menyajikan sarana edukasi untuk menambah pengetahuan pengunjung, khususnya anak-anak tentang kendaraan bermotor, angkutan umum, dan perkeretaapian. 

    Kota Madiun memiliki perusahaan produsen kereta api, yaitu PT INKA (Persero). Di sebelah timur PT INKA (Persero) terdapat Stasiun Madiun. Selain itu, di sebelah utara dan tidak jauh dari PT INKA (Persero) ada Pabrik Gula Rejoagung Baru yang memiliki beberapa rel perlintasan lori dan lokomotif uap tua penarik lori. Ketiga tempat tersebut berada di dalam satu kawasan yang tidak lepas dari sejarah perkeretaapian Madiun. Taman dan Monumen Lokomotif C2606 Madiun berada di dalam kawasan perkeretaapian Kota Madiun tersebut, tepatnya di pinggir sebelah selatan. 

Dokumentasi Pribadi: Taman di dekat Monumen Lokomotif C2606 Kota Madiun


Monumen Lokomotif C2606
    Monumen Lokomotif C2606 menjadi salah satu simbol perkeretaapian di Madiun. Lokomotif C2606 merupakan sebuah lokomotif uap buatan Pabrik Henschel, Jerman. Pada awalnya Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) membeli 10 lokomotif uap C26 dari Pabrik Henschel, Jerman sepanjang tahun 1914 - 1926. Lokomotif C2606 mulai beroperasi pada tahun 1921. Akibat dari masalah keuangan di KSM, maka empat lokomotif C26 dipindahkan ke Madura (Madoera Stoomtram Maatschappij) dan empat lokomotif C26 lainnya dipindahkan ke Madiun (Staatsspoorwegen). Dari kesepuluh lokomotif uap C26 yang bertahan sampai saat ini hanya lokomotif C2606. Di masa operasionalnya, lokomotif uap C2606 seberat 21 ton ini dapat melaju hingga kecepatan 25 km/jam dengan bahan bakar kayu atau batu bara untuk memanaskan air di dalam tangki samping berkapasitas 1,8 meter kubik. 

Taman Lokomotif C2606
    Pada mulanya lokasi tempat Monumen Lokomotif C2606 berdiri bukan sebuah taman, melainkan daerah tertutup untuk umum yang dikelilingi pagar. Di sekitar monumen lokomotif ada banyak tanaman hias dan pohon. Pada sore hari banyak warga sekitar perlintasan kereta api yang bersantai di bawah pohon sembari melihat aktivitas perlintasan kereta api. Banyak penjual makanan dan minuman keliling yang mangkal di pinggir rel. Tidak ada pagar pembatas untuk memastikan pengunjung melihat kereta api yang lewat dalam jarak aman sehingga pengunjung harus tetap waspada, khususnya bagi yang membawa anak-anak. 

    Terdapat dua titik keramaian warga yang ingin melihat kereta api di dekat Jalan Perlintasan Langsung (JPL) no. 138 Madiun, yaitu di sebelah utara dan selatan (lokasi Monumen Lokomotif C2606). Pada tanggal 7 Januari 2019 diresmikan Monumen Lokomotif C2606 Daerah Operasi VII Madiun untuk menyediakan tempat khusus bagi warga yang ingin menyaksikan aktivitas perlintasan kereta api sekaligus belajar sejarah kereta api melalui lokomotif C2606. Sejak peresmian tersebut, Monumen Lokomotif C2606 terbuka untuk umum.

    Berikut ini isi prasasti peresmian:
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa
MONUMEN LOKOMOTIF C2606
DAERAH OPERASI VII MADIUN
Diresmikan pada tanggal 7 Januari 2019
Oleh
Vice President Daerah Operasi VII Madiun
PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Heri Siswanto
NIPP. 40866

Dokumentasi Pribadi: Prasasti Peresmian Monumen Lokomotif C2606 Kota Madiun

Fasilitas
    Keterangan: Pengamatan dilakukan pada tanggal 5 Januari 2023
    Fasilitas yang disediakan di sekitar Monumen Lokomotif C2606 antara lain:
  1. Lampu taman klasik
  2. Kursi taman dari besi dan balok kayu besar
  3. Tempat sampah
    Di dalam pagar pembatas antara taman dengan rel kereta api terdapat satu kursi yang diletakkan menghadap ke perlintasan kereta api supaya pengunjung bisa duduk menyaksikan kereta api lewat. 

Dokumentasi Pribadi: Pemandangan Jalan Perlintasan Langsung no. 138 Kota Madiun

    Tidak ada lahan parkir khusus di Monumen Lokomotif C2606. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di pinggir Jalan Kompol Sunaryo. 

Pengamatan pada Tanggal 5 Januari 2023
    Waktu yang cocok untuk berkunjung ke Taman Lokomotif C2606 adalah sore hari. Pepohonan yang berada di dalam taman pada saat pengamatan berukuran kecil, tetapi rimbunan daunnya sudah mampu untuk meneduhkan area kursi taman di bawahnya. Di sekitar kursi yang menghadap ke rel kereta api ditemukan banyak sampah yang dibuang sembarangan. 

    Titik keramaian pengunjung di dekat Jalan Perlintasan Langsung (JPL) ada di sebelah utara, sebaliknya Monumen Lokomotif C2606 sepi pengunjung. Hal tersebut mungkin karena di sebelah utara ada pohon beringin besar yang lebih teduh dibandingkan pepohonan di Monumen Lokomotif C2606 dan penjual makanan minuman hanya mangkal di sana. 

    Sumber:
  1. Icon Baru Taman Lokomotif C2606 Kota Madiun. (2019, November 29). Diakses pada Januari 8, 2023 dari https://kimpatihan.madiunkota.go.id/: https://kimpatihan.madiunkota.go.id/index.php/2019/11/29/icon-baru-taman-lokomotif-c2606-kota-madiun/ pukul 21.03 WIB 
  2. Nikmati Asyiknya Berwisata dan Belajar di Taman Lokomotif Madiun. (2019, Januari 10). Diakses pada Januari 8, 2023 dari https://www.solopos.com/: https://www.solopos.com/nikmati-asyiknya-berwisata-dan-belajar-di-taman-lokomotif-madiun-964144 pukul 22.34 WIB
  3. Lokomotif C26. (2022, Desember 4). Diakses pada Januari 8, 2023 dari id.wikipedia.org: https://id.wikipedia.org/wiki/Lokomotif_C26 pukul 23.00 WIB

Komentar

Postingan Populer