Pantai Teleng Ria Dekat dari Pusat Kota Pacitan

    Pantai Teleng Ria adalah pantai berpasir putih kecoklatan yang berada di pinggir Kota Pacitan. Luas area pantai sekitar 40 hektar dengan panjang garis pantainya sepanjang 2,5 km. Pantai Teleng Ria berada di Dusun Balong, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Pantai ini menjadi salah satu pantai di Kabupaten Pacitan yang bisa diakses oleh bus. Pemerintah Kabupaten Pacitan bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengelola kawasan Pantai Teleng Ria. Banyak penjual makanan, minuman, kerajinan, baju, topi, cincin batu akik, dan sebagainya.

    Keterangan: Pengamatan dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2022

Akses

    Lokasi Pantai Teleng Ria dekat dengan pusat Kota Pacitan sehingga kondisi jalan menuju ke pantai lebih bagus dibandingkan dengan jalan menuju ke pantai yang jaraknya jauh dari pusat kota. Perjalanan bisa dimulai dari Jalan W.R. Supratman kemudian belok ke selatan menuju Jalan Pramuka. Sayangnya, tidak ada gapura yang menunjukkan bahwa Jalan Pramuka adalah jalan masuk ke Pantai Teleng Ria. Sekilas Jalan Pramuka terlihat seperti jalan kota biasa. Jadi, pengunjung harus memperhatikan papan iklan (atau banner) yang dipasang sebagai penunjuk jalan ke Pantai Teleng Ria.  

    Semua jenis kendaraan pengangkut penumpang bisa masuk ke dalam kawasan pantai. Kondisi jalan di area pantai berlubang karena belum diperbaiki sejak bencana banjir bandang yang melanda berbagai daerah di Pacitan pada tahun 2017. Pada saat itu, Pantai Teleng Ria juga mengalami kerusakan akibat derasnya aliran banjir yang mengalir dari kota ke laut.


Akomodasi

    Banyak penginapan yang berada di sekitar kawasan Pantai Teleng Ria, terutama di sepanjang Jalan Pramuka. Salah satu hotel berada di dalam kawasan Pantai Teleng Ria. Jika pengunjung menginap di hotel yang ada di dalam kawasan pantai, maka pengunjung sudah tidak perlu bayar tiket masuk pantai. Namun, jika pengunjung sudah terlanjur membeli tiket untuk masuk kawasan pantai, maka pengunjung bisa mengajukan tiket masuk pantai tersebut saat reservasi sehingga uang untuk membayar tiket bisa digunakan untuk memotong biaya menginap. 

    Tiket masuk pantai berlaku selama 12 jam sehingga bagi yang menginap di luar kawasan pantai bisa menunjukkan kembali tiket masuk yang belum habis batas waktunya kepada penjaga gerbang masuk Pantai Teleng Ria sehingga tidak perlu membayar tiket masuk lagi. 

Dokumentasi pribadi - Pemandangan Pantai Teleng Ria di Sore Hari


Parkir
    Lahan parkir cukup luas untuk mobil, bus, dan sepeda motor. Setelah melewati pintu masuk, ada jalan ke kiri (timur) dan ke kanan (barat). Parkiran kendaraan dan kawasan penjual makanan, minuman, jajanan, dan cinderamata berada di sebelah barat. Jalan berlubang di area pantai belum diperbaiki sejak bencana banjir 2017. Para pedagang mengurangi kerusakan jalan dengan menimbun lubang dengan pasir dan tanah. Akibatnya, setelah hujan banyak genangan air dan lumpur sedangkan saat cuaca panas jalan menjadi berdebu. Untuk mengatasi debu beterbangan, beberapa penjual yang berjualan di pinggir jalan menyiramkan air sehingga mengurangi debu yang beterbangan. 

Tugu Akik
Dokumentasi pribadi – Tugu Akik di Pantai Teleng Ria

    Pacitan merupakan salah satu kota penghasil batu akik sejak 1980-an dan sentra kerajinan batu akik terbesar. Saat batu akik sempat booming di Indonesia, produksi akik dari Pacitan yang besar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Banyak sungai-sungai di Gunung Sewu memiliki batu-batu indah ini. Oleh karena itu, tugu akik dibangun di dekat pintu masuk Pantai Teleng Ria untuk menunjukkan hasil kekayaan geografi dan geologi Pacitan. Tugu ini di bagian puncaknya terdapat cincin akik beserta batu akiknya. 

Pemandangan Alam
    Pantai Teleng Ria berada di Teluk Pacitan yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Menurut KBBI, teluk adalah bagian laut yang menjorok ke darat. Ada banyak sungai yang bermuara di Teluk Pacitan. Di sebelah barat terdapat muara dari sungai yang sudah mengalami pendangkalan, sedangkan di sebelah timur terdapat muara Sungai Grindulu yang mengalir dari Gunung Sewu. Selain Pantai Teleng Ria di barat teluk, terdapat pantai Pancer Door di sebelah timur teluk. 

    Pantai Teleng Ria dan Pantai Pancer Door masing-masing berada di ujung barat dan timur teluk. Kedua posisi pantai ini aman untuk pengunjung bermain air karena ombaknya yang tidak sekuat ombak laut di bagian tengah teluk. Bagian tengah di antara dua pantai ini memang sengaja tidak dikembangkan oleh pemerintah atau pengelola karena adanya pusaran air bawah yang berbahaya. Selain itu, di area kosong ini tidak terdapat pengawas pantai. Pemerintah sudah memasang papan peringatan dari kayu untuk menginformasikan bahaya berenang di area kosong ini agar tragedi tenggelamnya 2 wisatawan pada tahun 2019 tidak terulang kembali. Ke depannya, papan peringatan tersebut akan dibuat permanen.

    Kedua ujung teluk yang menghadap laut terdapat perbukitan kars yang merupakan bagian dari Gunung Sewu. Di masing-masing ujung teluk terdapat mercusuar. Di ujung barat terdapat Mercusuar Tamperan yang berdekatan dengan Dermaga Tamperan. Di ujung timur terdapat Mercusuar Ngambur yang berdiri di atas Tanjung Ngambur. Mercusuar Tamperan lebih pendek dan terbuat dari beton, sedangkan Mercusuar Ngambur lebih tinggi dan terbuat dari rangkaian baja. Jarak Mercusuar Tamperan dari Pantai Teleng Ria lebih dekat dibandingkan dengan Mercusuar Ngambur. 

Dokumentasi pribadi – Kawasan sempadan pantai

    Teluk Pacitan memiliki garis pantai yang sangat panjang dan landai. Bagian sempadan pantai banyak ditumbuhi oleh pohon cemara laut. Selain berfungsi untuk tempat bersantai dan berteduh pengunjung dari panas matahari, pohon cemara laut penting untuk menjaga ekosistem pantai karena mampu menahan tiupan angin laut. 

    Tidak banyak jenis kerang yang terdampar dan burung laut yang beterbangan di sekitar pantai Teluk Pacitan. Beberapa kepiting kecil lebih mudah ditemukan di pasir pantai, terutama di dalam lubang-lubang kecil yang mereka buat. 

    Selama awal musim kemarau, biasanya Juli sampai Oktober, banyak ubur-ubur yang terdampar di pantai Teluk Pacitan akibat tiupan angin yang kencang. Meski dampak sengatan ubur-ubur, khususnya ubur-ubur api berwarna biru, yang banyak terdampar di pantai tidak mematikan, sebaiknya pengunjung tidak memegang atau berenang saat banyak ditemukan ubur-ubur. Pengunjung tidak perlu khawatir karena ada pengawas pantai yang siap mengobati pengunjung yang tersengat ubur-ubur. 

Dokumentasi pribadi – Ubur-ubur api

Kawasan Pedagang Pinggir Pantai
    Pedagang-pedagang yang berjualan makanan, minuman, baju, celana, kerajinan, batu akik, dan lainnya dikumpulkan di sudut barat Pantai Teleng Ria. Kawasan pedagang ini berhadapan dengan sekumpulan pohon cemara laut yang ditanam di sempadan pantai. Karena lahan parkir sudah disediakan, maka pengunjung dilarang memarkirkan kendaraannya di bawah pohon cemara laut. Hal ini perlu diterapkan demi kenyamanan pengunjung pantai yang duduk berteduh di bawah pohon cemara laut. Sisi barat kawasan pedagang adalah musala, kamar mandi umum, dan penjual olahan ikan laut. Ikan laut seperti tuna, sotong, cumi, udang, dan ikan kecil yang digoreng tepung banyak dicari oleh pengunjung pantai. 

Fasilitas
    Fasilitas penunjang wajib untuk tempat wisata seperti kamar mandi dan musala disediakan di dekat kawasan pedagang. Kebersihan fasilitas terjaga dengan baik. Terdapat kolam renang di sebelah barat gerbang masuk pantai. Banyak jasa delman yang siap mengantarkan pengunjung untuk menyusuri garis pantai Teluk Pacitan dari ujung ke ujung. Ukuran delman dan rodanya kecil sehingga kuda lebih ringan menarik delman di atas pasir pantai. Supaya roda delman tidak terperosok ke dalam pasir, kusir akan mengarahkan kuda untuk berjalan di pasir yang selalu basah karena pasirnya lebih padat.

    Kawasan cemara laut menjadi tempat bersantai yang nyaman untuk berteduh. Pengunjung bisa duduk di kursi-kursi kayu yang disediakan atau menggunakan tikar yang dibawa sendiri. Jika lupa membawa tikar,  maka pengunjung bisa menyewa dari tempat penyewaan tikar yang ada di kawasan pedagang. 

Kerusakan Ekosistem Pantai
Dokumentasi pribadi – Pohon cemara laut dan tumpukan sampah di pantai

    Sampah menjadi masalah terbesar sepanjang garis pantai Teluk Pacitan. Sampah plastik dan kayu mengotori pasir pantai dan sempadan pantai. Selain sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh pengunjung pantai, banyak sampah hanyut yang terdampar di pantai seperti tali besar, kayu, bambu, kelapa, plastik, dan beragam sampah hanyut lainnya. 

    Pembersihan sampah di pantai tidak dilakukan secara rutin. Akibatnya, banyak sampah yang menumpuk dalam waktu yang lama. Perlu kesadaran akan kebersihan lingkungan dari berbagai pihak untuk menjaga kelestarian Teluk Pacitan, khususnya Pantai Teleng Ria. 

    Sumber: 
1. Bahaya! Jangan Mengunjungi Lokasi Pantai Antara Pancer dan Teleng. (2019, Desember 30). Diakses pada Agustus 10, 2022 dari pacitankab.go.id: https://pacitankab.go.id/bahaya-jangan-mengunjungi-lokasi-pantai-antara-pancer-dan-teleng/ pukul 19.40 WIB




Komentar

Postingan Populer